Aksi Turun Jalan Kecam Kriminalisasi, Solidaritas Pers Pastikan Bobrok Bupati Bengkalis Dibuka

UTUSANNEWS, Pekanbaru – Aksi turun jalan yang akan dilaksanakan ratusan Jurnalis (Wartawan) yang tergabung dalam Solidaritas Pers Indonesia,Senin (10/09/2018).

Bukan hanya sekedar aksi mengecam tindakan kriminalisasi terhadap Pers yang diduga dilakukan oleh Amril Mukminin berklaborasi dengan oknum penyidik Polda Riau dan oknum lainnya terhadap Insan Pers,yang saat ini telah terjadi pada Toro Laia,Pemred Harianberantas dengan jeratan undang-undang RI No.19 tahun 2016 atas perubahan undang-undang RI No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 27 ayat (3) jo pasal 45 ayat (3) hingga menjadi Terdakwa yang dimeja hijaukan di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru Provinsi Riau.

Baca Juga :  Tinjau Proyek Pembangunan Jalan Pelabuhan Peranggas-Sei Kayu Ara, Bupati Meranti Harap Pembangunan Tuntas Sesuai Jadwal

Aksi turun jalan kecam kriminalisasi terhadap Pers dilakukan,Senin,(10/09/2018),berdasarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan : STTP/YANIMIN-18/IX/2018/Intelkam Polresta Pekanbaru.

Jelas dirinya (Amril Mukminin,red),membuka peluang dosa lama diungkap,”terang Ismail Koordinator Solidaritas Pers Indonesia.

Perkara perbuatan korupsi yang diduga melibatkan,Amril Mukminin utamanya pada kasus dugaan tindak pidana korupsi dana hibah/bansos Bengkalis tahun 2012 Rp.272 miliar,dipastikan diungkap dan atau disuarakan secara jelas oleh insan Pers Indonesia yang tergabung dalam Solidaritas Pers di masyarakat umum termasuk ke lembaga hukum di Polri Kejaksaan,Presiden RI dan Pengadilan untuk serus di usut kembali secara tuntas,”tegas Ismail,Sabtu,(11/09/2018).

Baca Juga :  Menderita Sakit Kelenjar Getah Bening, Siti Aisyah Dapat Respon Serius Dari Wabup Meranti

Tidak hanya sampai disitu saja,aksi turun jalan kecam kriminalisasi,Solidaritas Pers di Indonesia bakal membuka adanya dugaan rekayasa perkara terhadap Pers yang diduga dilakukan Hafrzanda,SH,Penyidik Pembantu Polda Riau,serta adanya dugaan oknum Penyidik Pembantu Polda Riau tabrak Undang-undang Republik Indonesia No.40 Tahhn (1999),MoU Dewan Pers dengan Polri.

Ada atau tidak adanya,Brigjen Pol Widodo Eko Prihastopo Kapolda Riau ditengah-tengah ratusan Jurnalis yang tergabung dalam aksi solidaritas di depan Mapolda Riau,yang berlokasikan di Jalan Jenderal Sudirman,aksi turun jalan akan tetap berjalan hingga menuju ketitik kedua yakni Kejaksaan Tinggi Riau Jalan Arifin Ahmad Kota Pekanbaru-Riau.

Baca Juga :  Wow...!!! Diduga Ada Oknum PNS Dinas PUPR Riau Kerjakan Proyek Di Meranti

Ketidak hadiran,Brigjen Pol Widod Eko Prihastop ditengah-tengah Ratusan Jurnalis (Wartawan) Riau,maka dapat dipastikan akan berimbas pada kariernya selaku Kapolda Riau yang baru ditempatkan di Provinsi Riau.

Kenapa demikian?,Jurnalis (Wartawan) merupakan,mitra kerja yang tidak dapat dilupakan, mitra kerja dalam rangka menegakkan supremasi hukum.

“Apa kata dunia,ya,mari sama-sama kita bertanya pada rumput yang bergoyang,dan mari sama-sama kita lihat nanti pada hari Senin,(10/09/2018) dan hari-hari berikutnya,”terang Ismail yang mengaku siap berjuang demi rekan seprofesi,Pers yang diperlakukan tidak adil di negeri ini. (Rls/Team)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.