Alamk..!!! Menteri Kelautan Dan Perikanan Ungkap Kapal Cantrang Melakukan Pemalsuan Ukuran Kapal

UTUSANNEWS, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan mayoritas kapal cantrang di Tegal telah melakukan marked down kapal atau pemalsuan ukuran kapal. Hal tersebut diketahui setelah dilakukan pendataan dan verifikasi di lapangan oleh tim khusus penanganan peralihan alat tangkap cantrang.

Susi bilang, kapal-kapal yang marked down tersebut berhasil mengkir dari kewajiban pembayaran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) karena telah memalsukan ukuran kapal. Selain itu, kapal-kapal tersebut juga berhasil mendapatkan solar subsidi yang seharusnya hanya didapatkan oleh kapal berukuran 30 GT ke bawah.

Baca Juga :  Jokowi Tegaskan Jajarannya Untuk Fokus Bekerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

“Ternyata kapal cantrang itu ya ukurannya di atas 30 GT dan mereka selama ini bersembunyi di ukuran 30 GT untuk apa? Selain dari mereka tidak bayar PNBP, mereka juga mendapat solar subsidi yang seharusnya hanya kapal di bawah 30 GT yang boleh pakai solar subsidi,” kata Susi dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Kini 229 kapal yang telah melakukan komitmen beralih alat tangkap pun telah membayar PNBP sebagai bagian dari syarat mereka bisa kembali melaut menggunakan cantrang, sambil menunggu proses peralihan alat tangkap. KKP pun telah berhasil mengumpulkan PNBP sebesar Rp 4,02 miliar.

Baca Juga :  Hingga Ahad, Erupsi Gunung Agung Terus Terjadi, PVMBG Mencatat Terjadi 5 Kali Gempa Vulkanis

“Selama ini sudah bertahun-tahun, mereka tidak bayar PNBP dan juga pakai solar subsidi, padahal kita tahu nelayan kecil saja beli solar subsidi bisa kena masalah, ini kapal-kapal besar,” ungkapnya.

Susi sendiri meminta kepada seluruh pemilik kapal yang belum melakukan komitmen beralih alat tangkap untuk tidak melaut sebelum dilakukan pendataan dan verifikasi oleh Tim Khusus Peralihan Alat Cantrang. Setelah mendapatkan Surat Keterangan Melaut, barulah kapal-kapal cantrang dapat melaut dengan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Presiden Pastikan Penguatan Peranan BSSN

Apabila terdapat pemilik kapal cantrang yang mendapatkan kesulitan mengganti alat tangkap karena biayanya yang mahal, dia berjanji pemerintah akan membantu fasilitasi permodalan untuk penggantian alat tangkap ke alat tangkap yang ramah lingkungan.

“Kita akan bantu mereka untuk mengalihkan alat tangkapnya, baik secara perbankan maupun surat lainnya. Sementara mereka yang sudah selesai dokumen bisa langsung melaut. Tapi yang belum, ya memang belum diizinkan melaut,” pungkasnya.

Sumber : Detik.com

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.