Andy alias Ahong dihukum 4 tahun penjara dan denda 800 juta, berdasarkan putusan Mahkamah Agung

UTUSANNEWS, Meranti – Andy alias Ahong (45) warga Tembilahan Indragiri Hilir bersama rekannya Apo (54) warga Jalan Siak Kelurahan Selatpanjang terbebas dari jeratan hukum didalam sidang yang dilakukan dipengadilan negeri cabang selatpanjang pada senin 18 Desember 2018 lalu oleh majelis hakim.

Hal itulah yang menimbulkan polekmik ditengah kalangan masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti. Pasalnya, diketahui sebelumnya keduanya merupakan terdakwa penyalahgunaan narkotika jenis Sabu-sabu.

Dimana keduanya diamankan pada Kamis 01 Juni 2018 lalu sekira pukul 23.00 Wib oleh Anggota Sat Narkoba Polres Kepulauan Meranti di Sebuah Ruko yang terletak di Jalan Siak Kecamatan Selatpanjang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti karen kedapatan miliki 123.88 gram sabu-sabu.

Baca Juga :  Dihadiri Mendagri, Bupati Meranti Ikuti Raker Gubernur Bersama Kepala Daerah Se-Provinsi Riau, Ini Pesan-Pesan Mendagri

Atas tuntutan bebas tersebut, pihak Kejari Kabupaten Kepulauan Meranti melakukan kasasi ke Mahkamah Agung Republik Indonesia, hal itu sebagaimana keterangan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Kepulauan Meranti Junaidi Abdilah, pada Jum’at (05/07/2019).

“Pihak kita mengirimkan Kasasi pada tanggal 02 Mei 2019, dinyatakan kasasi putus tanggal 09 Mei 2019, sementara diterima Petikannya kasasi itu tanggal 28 Mei 2019,” terangnya.

“Alhamdulillah, atas kasasi yang kita ajukan, pelaku Andy alias Ahong dijerat empat tahun denda 800 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayarkan maka diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan,” jelasnya.

Baca Juga :  Jelang Pungutan Suara, Panwascam Pulau Merbau Gelar Rakor Stakeholder

“Kita sudah buktikan bahwa kita tidak main,Apalagi ini merupakan pengedar, dimana minimal empat tahun hukuman,” jelasnya lagi.

Sebelum kasasi, dalam kasus ini ada dilakukan sidang dalam kurun waktu selama empat bulan, terakhir pada tanggal 17 Desember 2018. Dimana kedua pelaku terjerat dalam pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Kendati begitu, hingga saat ini si terdakwa Andy alias Ahong belum dilakukan penahan atas kasus yang menjeratnya dan masih dalam pencarian pihak Kejari Kepulauan Meranti.

Baca Juga :  Sempena Hut RI Ke-73, Ribuan Warga Meranti Ikuti Gerak Jalan Sehat

“Sedangkan untuk rekannya si Apo, surat kasasi penetapan dari Mahkamah Agung belum keluar,” ucap Kasi Pidum. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.