Bocah SD Merasa Pusing Setelah Konsumsi Ganja Medis Seperti Permen

UTUSANNEWS.COM, Jakarta – Bentuk ganja medis yang seperti permen dan agar-agar bisa menarik perhatian anak-anak jika tak disimpan dengan baik. Hal ini terjadi di New Mexico, Amerika Serikat.

Seorang bocah SD berusia 9 tahun membawa permen agar-agar dan dibagikan kepada beberapa teman sekelasnya. Tak berapa lama, ia mengaku merasa pusing dan melihat teman-temannya mengalami hal serupa.

Rupanya, permen agar-agar yang dimakan bocah-bocah tersebut adalah ganja medis yang bisa dimakan milik keluarganya. Kepala Sekolah Albuquerque School of Excellence, Ebubekir Orsun, mengatakan siswa yang mengonsumsi permen ganja tersebut terlihat bingung namun dalam keadaan sehat.

Baca Juga :  Seorang Buruh di Meranti Diterkam Buaya Saat Menarik Tual Sagu

“Kami melihat ia menunjukkan perilaku tak biasa, dan mengaku tidak bisa melihat lalu tiba-tiba tertawa,” ujar Orsun, dikutip dari ABC Australia.

Pihak sekolah pun memanggil dokter. Dokter memastikan bahwa para siswa dalam kondisi sehat dan baik, meskipun masih sedikit linglung.

Pihak sekolah juga memberikan pengumuman di media sosial untuk orang tua agar lebih berhati-hati menyimpan benda-benda yang tanpa sengaja bisa dimakan anak.

“Kami mengingatkan para orang tua pentingnya tidak memperlihatkan dan membicarakan soal obat-obatan yang digunakan, untuk menghindari adanya penyalahgunaan,” tambahnya.

Baca Juga :  Ngerii... !!! Warga Resah Dengan Adanya 4 Lubang Ditengah Ladang yang Kian Makin Melebar

Dr Barry Ramo mengatakan bahwa ganja yang dikemas dalam bentuk permen dan makanan memiliki dampak yang lebih besar daripada ganja yang diisap. Karena itu, sangat penting untuk menjauhkan produk ini dari anak-anak.

“Rasanya enak seperti permen pada umumnya, dan anak-anak bisa kesulitan membedakannya. Ini harus jadi perhatian orang tua karena ganja yang bisa dimakan memiliki dampak yang lebih kuat,” ujarnya.

Sumber : Detik.com

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.