Dinilai Remehkan Wartawan Media Online, Dedi Lubis Menyayangkan Sikap Kepala KSOP Selatpanjang

UTUSANNEWS, MERANTI – Dedi Yuhara Lubis selaku Pimpinan Redaksi (Pimred) Media Utusannews.Com sekaligus Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Wartawan Republik Indonesia Bersatu (PWRI-B) Kabupaten Kepulauan Meranti sangat menyayangkan sikap Kepala KSOP Selatpanjang Usman YS saat dikonfirmasi oleh dua wartawan media online, pada Senin (4/6/2018) diruang kerjanya.

Selaku Kepala di KSOP Selatpanjang, Usman YS dianggap tidak bersahabat dan terkesan meremehkan wartawan, hal ini terlihat saat dua wartawan tersebut ingin mengkonfirmasi terkait Speed Boat Tenggiri 04 yang sempat dihentikan pelayarannya oleh pihak KSOP Selatpanjang karena ada mesin yang mengalami kerusakan pada Minggu (3/6/2018).

“Sebagai KSOP Selatpanjang, sebaiknya beliau harus bersahabat dengan semua wartawan saat dilakukan konfirmasi, dan tidak bersikap seakan-seakan meremehkan wartawan, karena setiap wartawan ketika melakukan liputan dilapangan mereka dibekali dengan identitas dari masing-masing media sesuai dengan Undang-undang PERS No. 40 Tahun 1999,” ujar Dedi.

“Dengan demikian, kepada narasumber yang dikonfirmasi, sebaiknya menunjukan sikap yang bersahabat dan seharusnya memberikan penjelasan sesuai dengan akar permasalahan yang akan dikonfirmasikan, jangan malah wartawan pula yang diwawancari dan diintrogasi dengan menanyakan apakah kalian dari kepolisian atau dari penyidik,” tambahnya.

Baca Juga :  Ketua PKK Meranti Ajak Anggota Wujudkan 10 Program PKK

Dedi Lubis juga menuturkan, Kalau memang selaku KSOP tidak bersedia untuk diwawancari atau dikonfirmasi, sebaiknya buatlah alasan yang bisa dipahami atau dimengerti oleh para wartawan tersebut.

“Buat alasan yang bisa dipahami atau dimengerti oleh para wartawan, kalau pun tidak bersedia untuk dikonfirmasi,” terangnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Selatpanjang Usman YS, dinilai meremehkan peran dan pengaruh media online.

Usman YS sempat menunjukkan sikap tak bersahabat itu saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (4/6/2018) siang.

Saat itu, dua wartawan media online yang bertugas di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, hendak melakukan konfirmasi terkait Speed Boat Tenggiri 04 yang sempat dihentikan pelayarannya oleh pihak KSOP Selatpanjang karena ada mesin yang mengalami kerusakan pada Minggu (3/6/2018).

Baca Juga :  Aksi Solidaritas Pers Riau I Serbu Polda Riau

Dari informasi yang beredar, kerusakan kapal tujuan Selatpanjang, Kepulauan Meranti – Serapung, Pelalawan itu berawal dari tumpahan minyak yang masuk hingga ke dalam ruangan penumpang.

Sebagaimana diakui oleh beberapa warga saat melintas di Pelabuhan Dorak, tumpahan minyak kedalam kapal itu pula tercium hingga radius 500 meter karena terbawa angin.

Mendapat informasi itu, konfirmasi selanjutnya dilakukan ke pihak KSOP Selatpanjang, namun sangat disayangkan saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kepala KSOP Selatpanjang Usman YS malah meremehkan peran dan pengaruh media online.

Sebelum masuk ke ruangan, kedua wartawan terlebih dahulu meminta izin kepada penjagaan yang bertugas didepan, kemudian diminta untuk menunggu di ruang tunggu. Setelah beberapa menit menunggu kedua wartawan itu pun dibolehkan untuk masuk ke ruangan Kepala KSOP Selatpanjang.

“Apa cerita, apa yang mau dikonfirmasi ni..??, ucap Kepala KSOP Selatpanjang itu kepada wartawan dengan nada yang kurang menyenangkan.

Baca Juga :  Muzamil Lakukan Reses Di Dua Desa Sekaligus

Setelah dijelaskan terkait hal yang dimaksud yakni konfirmasi terkait Speed Boat tersebut, bukan menjelaskan persoalan itu malah dilontarkan berbagai pertanyaan yang dianggap tidak pantas.

“Dapat informasi dari mana, kalau sudah tau persoalannya jadi kenapa ditanya lagi, kalian dari mana??.. aparat kepolisian, penyidik??..,” ujar Usman kepada wartawan.

Mendapat pertanyaan itu, kedua wartawan itu masih dalam kondisi tenang dan meluruskan inti pertanyaan tersebut, belum habis menjelaskan, eh.. Malah dipotong dengan pertanyaan yang lain.

“Kalian dari media, media mana?.. Ooo media online,” kata Usman lagi dengan menambahkan berbagai pertanyaan lain.

Mendapat perlakuan itu, kedua wartawan meminta izin untuk pamit dari ruangan tersebut.

“Kita yang bertanya malah kita yang ditanya lagi, pertanyaan nya malah banyak yang meremehkan dan kurang menyenangkan, daripada kita berdebat, mending kita minta izin dan keluar saja,” ungkap salah seorang wartawan dari media online tersebut yang kesal terhadap Kepala KSOP Selatpanjang itu. (redaksi)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.