Dorr…!!! Anggota Polres Ini Nekat Tembak Kepalanya Didepan Istri dan Mertua

UTUSANNEWS- Anggota polisi tembak kepala sendiri sampai tewas di rumah mertua.

Anggota Polres Aru bernama Brigpol Marcel diduga mengakhiri hidupnya sekitar pukul 15.00 WIT dan kejadian itu berlangsung di rumah mertuanya Ipda Pol Jacob Leunupun.

Kapolres setempat, AKB Adolf Bormasa mengatakan masih menyelidiki dan mendalami penyebab kematian Brigpol Marchel Tanipa yang diduga mengakhiri hidupnya dengan cara menembaki kepalanya sendiri.

Sebelum insiden itu terjadi, Brigpol Marchel menghampiri isteri dan mertuanya dan langsung mengarahkan senjata api ke bagian kepala, sementara mertua korban sempat berteriak melarangnya.

Baca Juga :  Akan Ada Penampilan Dari Iman J-Rock di Pagelaran Seni Semarak Hut Ri ke-73 Di Meranti

Terkait kasus itu, Kapolda Maluku Irjen Pol Deden Juhara mengatakan, setiap anggota Polri baik perwira maupun bintara selalu wajib mengikuti tes psikologi sebelum diizinkan memegang senjata.

“Baik pamen maupun anggota biasa yang hendak memegang senjata harus diuji secara psikologi dan kalau tidak lulus maka tidak diperkenankan,” kata Kapolda di Ambon, Minggu (31/12). Demikian dikutip Antara.

Menurut Kapolda, kasus seperti ini membuat seleksi bagi para anggota Polri yang dizinkan memegang senjata api semakin selektif.

Baca Juga :  Bupati Meranti Lounching Gerakan Nasional Orang Tua Membaca Buku

“Bagi masyarakat yang masih menyimpan senpi atau bahan peledak kita juga imbau silahkan menyerahkannya ke polda atau kodam,” ujar Kapolda.

Dia menegaskan ancaman hukuman dalam Undang-Undang Darurat cukup jelas dan tegas bagi mereka yang membuat, menyimpan, atau membawa senpi dan amunisi atau bahan peledak tanpa izin resmi. Tapi dia berjanji kalau diserahkan secara sukarela maka mereka tidak akan diproses hukum.

Bukti kepemilikan senpi secara ilegal bisa terlihat dari sejumlah terdakwa yang menjalani proses persidangan di Kantor Pengadilan Negeri Ambon.

Baca Juga :  Tinjau ke Beberapa Sekolah di Rasbar, Wabup Meranti Cukup Kecewa dan Prihatin

Mereka diproses hukum akibat tertangkap aparat keamanan atau pun dilaporkan oleh keluarga dekat ke polisi.

Sumber : POLICELINE.CO

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.