Jelang Bulan Ramadhan, Satgas Pangan Polres Malang Adakan Rapat Koordinasi

UTUSANNEWS, MALANG – Satuan Tugas Pangan Kepolisian Resort Malang (Satgas Pangan Polres Malang) mengadakan rapat koordinasi lintas lembaga untuk menghadapi bulan Ramadan. Rakor ini diikuti Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas tanaman pangan holtikultura dan perkebunan, Wakil kepala Dinas perdagangan dan perindustrian, Wakil Kepala Bulog, dan Wakil Kepala Dinas perijinan dan terpadu, Senin (30/04/2018)

Kepala Satgas Pangan Polres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, SH, SIK, MSi menyampaikan rapat ini membahas ketersediaan bahan pangan, rantai distribusi pangan, dan pemantauan harga pangan menjelang bulan puasa. Sinergitas di tahun 2017 Polres Malang mendapat apresiasi tinggi dari Bapak Presiden RI Joko Widodo, pungkasnya.

Lebih lanjut, perlu juga mengantisipasi permainan kartel untuk penimbunan dan suplay agar distribusi lancar berdasarkan UU Pangan dan UU Perlindungan konsumen, Agar kebutuhan mulai semaboko, elpiji dapat berjalan normatif, sebut Kapolres Malang.

“Saat ini kondisinya cukup kondusif. Dengan harapan tentunya nanti pada saat menjelang puasa dan lebaran harga pangan terjangkau dan stabil. Jadi konsumen mampu membeli,” ujar AKBP Yade.

Kendati demikian, AKBP Yade mengatakan untuk upaya pencegahan lakukan sosialisasi dan upaya penindakan secara Gakkum, dan antisipasi penggunaan pestisida dalam membersihkan beras dari kutu beras yang membahayakan kesehatan manusia. Kapolres Malang juga menghimbau untuk melaksanakan operasi pasar agar Intel Polres Malang cek tentang 9 (sembilan) bahan pokok pangan, apabila ada signal harga naik 10% segera cari dan cek penyebabnya, pungkasnya.

Baca Juga :  Kuasa Hukum : Permohonan RAPP Terkait SK 5322 Kasus Administratif, Bukan Melawan Negara

Kapolres Malang berharap Pelaksanaan Tim Satgas Pangan jangan sampai membuat gaduh/takut pelaku pasar, tetap antisipasi dan laksanakan operasi tentang mamin kadaluwarsa secara gabungan mulai BPOM Kementerian perdagangan dan perindustrian bersama Polri/stakeholder terlait. Beberapa hari yang lalu ada kelangkaan tabung elpiji 3 Kg ternyata dioplos ke elpiji l2 Kg dan sudah ditangkap 2 tersangka, ujar AKBP Yade Setiawan Ujung, SH, SIK, MSi.

Disela kegiatan berlangsung, Kasat Reskrim Polres Malang AKP Andrian Wimbarda, SIK. menyampaikan kesiapan semua komponen Satgas Pangan Polres Malang yang mengacu terhadap keberhasilan kinerja tahun 2017, Kasat Reskrim juga meminta data dari Bulog dan Dinas Perdagangan tentang HET di pasaran guna antisipasi kenaikan harga.

Saat bersamaan, Kadis Pertanian Kab.Malang menyampaikan harga beras Kab Malang sampai saat ini 75 rb/Ton dan kondisi aman. Pada saat ini harga cabe masih aman dan mendekati masa panen, Bawang putih masih impor karena harga lebih murah dari harga lokal, serta Distribusi di wilayah Kab Malang aman dan lancar dan kami Siap melaksanakan ops pasar secara gabungan. “Hal tersebut disambut oleh Dinas Ketahanan pangan yang sampai saat ini tetap solid, paparnya.

Baca Juga :  Terbukti Membuat Banyak Dampak Negatif, Kapolri Berharap Sistem Pilkada Langsung Dievaluasi Kembali

Wakil Kepala Bulog menyampaikan penyaluran beras tiap bulannya adalah 1.000 ton, dan sinergi bersama BUMN dan mitra lainnya tetap berjalan dengan melaksankan program Penyaluran bantuan sosial beras sejahtera (Bansos Rastra), pungkasnya.

Disamping itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan juga mengatakan untuk tetap menjaga 16 (enam belas) point konsumsi pangan. Dimana Januari s.d Maret 2018 sudah berproduksi surplus 26 Ribu Ton.

Program tahunan yang sedang dilakukan adalah terpenuhinya lumbung pangan dan studi banding, di Jawa Tengah tiap desa sudah memiliki lumbung pangan, sedangkan di Kab Malang belum memiliki lumbung pangan, ujar Kadis Ketahanan Pangan.

Upaya dari Kemendag tiap hari memantau harga pasar, dimana harga beras Rp.10.240 mulai April 2018, HET gula pasir Rp 16.617,- dan stabil, Harga minyak goreng Rp.11.088, Kenaikkan 11,6% harga bawang merah, dan juga menangani perijinan termasuk HO pergudangan baik pribadi dan perusahaan yang lebih dari 7 ribu pengusaha, sebut Kepala Dinas Perdagangan Kab. Malang.

Baca Juga :  Pengamat Kecam ILC tvOne, Dewinta Pringgodani : Ratna Ngaco !

Sebelum mengakhiri kegiatan, Kasat Reskrim Polres Malang telah menyiapkan pelaksanaan Ops Pasar selama 1 (satu) minggu sebelum masuk bulan Ramadhan 2018, untuk menjaga kestabilan harga pangan dimana estimasi Harga beras Medium 10.500 s.d 11.000, Premium Rp 13.000 dan ini sudah melebihi ketentuan 10 % dari toleransi kenaikan harga pangan dan kami akan terus memantau kenaikan yang lebih dari 10%, kepada Dinas Dep Perindustrian dimohon kerjasama untuk memeberikan data perusahaan mana saja yang sudah memiliki izin usaha gudang, agar memudahkan Satgas Pangan Polres Malang untuk pengecekan di lapangan, dikarenakan Polres jajaran Polda Jatim tiap hari diperintahkan untuk buat laporan harga pangan, ujar AKP Andrian.

Kegiatan berlangusung aman, dan akan dilakukan pengecekan pasar modern bersama dalam minggu depan serta akan ada rakor sekali lagi, tutup AKBP YAde Setiawan Ujung, SH, SIK, Msi mengakhiri.

Sumber : Media-Bhayangkara.com

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.