Kebudayaan Salah Satu Adat Istiadat Di Kalimantan Barat

UTUSANNEWS Pontianak – Bengkayang 11 Juni 2019. Jam 18.35 wib. Di mana team media menemui Ketua pelaksana acara Bapak. Hatta Attar Yudist yang mana mengangkat kebudayaan salah satu adat istiadat di Kalimantan Barat.

” Kampung Adat Sebujit, adalah sebuah adat yg terletak di perbatasan Indo-Malay yg tepatnya di desa Hlibeui Sebujit, kecamatan Siding, kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Indonesia. Untuk sampai ke lokasi dari ibukota propinsi kalimantan barat – Pontianak, menempuh jarak kurang lebih 362 km 8jam perjalanan ( melewati kota pontianak, kota singkawang & kab.bengkayang ).

Desa hlibuei atau lebih di kenal sebagai kampung sebujit, merupakan salah satu kampung adat dengan keberagaman budaya etnik dayak bidayuhnya yg khas & terjaga kearifan serta kelestarian budayanya, serta alamnya yg asri & indah, sehingga dianugerahi sebagai kampung adat terpopuler oleh pesona pariwisata indonesia yg terletak di bumi borneo barat.

Baca Juga :  Ini Kata Dewan Meranti Terkait Adanya Rekrutmen Tenaga FO Latar Belakang Keturunan Tionghoa Dari Bank

Setiap tahunnya, di kampung ini diadakan satu acara gawe besar dilingkungan rumah “adat baluq”, yang mana mengundang antusias minat wisatawan lokal & mancanegara untuk datang serta berkunjung dalam even budaya terbaik yg dipersembahkan oleh suku dayak bidayuh-sebujit.

Nyobeng atau Nibank yang lebih dikenal sebagai gawai besar gawai padi. Merupakan salah satu acara kearifan budaya & tradisi lokal dalam penghormatan terhadap leluhurnya serta sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhanyg Esa, atas karunia hasil panen padi yg mereka terima setiap tahun. Acara gawai nyobeng ini telah dilakukan turun temurun dari leluhur hingga sekarang setiap tahunnya.

Baca Juga :  Bupati Meranti Ikuti FGD Satgas Pengamanan dan Gakkum Distribusi Bantuan Sosial di Bank BI Pekanbaru

Dalam acara Nibank atau Nyobeng tersebut, dibalut dengan berbagai keberagaman atraksi budaya lokal, tarian, tepung tawar, kuliner yg khas serta satu game lokal yg menarik yakni panjat bambu dengan cara terbalik, yang tentunya unik & penuh pesona etnik budaya asli dayak kalimantan. Dan masih banyak hasil budaya lokal yg juga turut ditampilkan dalam mensukseskan berlangsungnya acara, gawai, seperti hasil kerajinan lokal simpai tas, gelang, kalung kesam-rotan yg cantik & unik serta karya seni lainnnya yg layak go internasional untuk dikenalkan dimata dunia sebagai potensi budaya untuk SDMA yg berkwalitas disektor Pariwisata.

Ini adalah kearifan & budaya lokal khas Indonesia yg terdapat di Bumi Sebalo Bumi Borneo Khatulistiwa Kalimantan Barat, yg harus kita kenal, kita jaga, kita pertahankan serta lestarikan bersama.

Baca Juga :  Kasihan..!!! Menderita Penyakit PDA, Balita Yang Ceria Kini Hanya Muram

Agar tetap ada hingga anak cucu sebagai kearifan lokal serta budaya leluhur yg turun temurun sebagai Pesona Kearifan Budaya & Pariwisata Indonesia, yg layak dikembangkan & dikenal dunia. Ayo datang & ayo berkunjung di bumi borneo barat dalam acara gawai nyobeng, desa sebujit 13-14 ( open trip & aksi baksos sosial ) & 15-16 Juni 2019 ( nyobeng atau gawai padi ).

Mari kenali budaya kita & cintailah sebagai warisan budaya Indonesia.
Salam lestari.
Salam Pesona Indonesia. Demikian Harapan dan penjelasan Beliau kepada team Media Online Indonesia. ..

Penulis. Rellawati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.