Ketum IPMK2M-Pekanbaru : Gunakan Hak Pilih, Tolak Money Politik Pada 27 Juni Nanti

UTUSANNEWS, MERANTI – Pesta demokrasi pemilihan kepala daerah pada 27 Juni 2018 mendatang melibatkan beberapa Provinsi yang tersebar di seluruh wilayah Negara Indonesia, salah satu diantaranya adalah Provinsi Riau.

Akar dari demokrasi tersebut adalah adanya peran rakyat dalam menentukan rotasi kekuasaan melalui pemilihan kepala daerah secara langsung. Hak pilih tersebut sebagai implementasi dari kedaulatan rakyat yang dijamin secara konstitusional dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 pasal 1 ayat (2).

Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Kepulauan Meranti (IPMK2M)-Pekanbaru, Gusfriadi turut menghimbau kepada masyarakat Riau khususnya masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti agar menggunakan hak pilihnya dan memberikan pilihan yang tepat tentunya.

Baca Juga :  Polsek Tebingtinggi Barat Laksanakan Patroli Demi Memastikan Pilkada 'Aman'

“Masyarakat Riau diharapkan sadar politik sehingga tidak goyah dengan gombalan retorika yang dinyanyikan para kandidat. Menjadi pemilih cerdas sudah menjadi kewajiban,” ucapnya.

“Perlu diwaspadai istilah-istilah money politic atau politik uang, kemudian black campaign dan hal serupa lainnya agar jangan sampai mempengaruhi pilihan kita saat di TPS nanti dan mari sama sama kita manolak ‘Politik Uang’,” tandasnya.

Masyarakat Riau khususnya Kabupaten Kepulauan Meranti harus membuka mata terhadap apa yang kita butuhkan bukanlah sekadar janji-janji manis dan kesenangan yang bersifat sementara.

Baca Juga :  Sudah 4 Tahun Berdiri, Namun Gedung SMK di Desa Kuala Merbau Tidak Difungsikan

Harapan terbesar Ketua Umum IPMK2M-Pekanbaaru tersebut adalah masyarakat Hari ini jangan acuh terhadap politik. Jangan sampai tidak menggunakan Hak Pilihnya pada tanggal 27 Juni nanti. Ingat golput bukan pilihan. Golput mencederai demokrasi dengan dalil ‘one man one vote’.

“Pilihan kita hari ini menentukan nasib Riau lima tahun kedepan,” pungkasnya.

“Perlu dipahami juga bahwa demokrasi sebagai sistem yang merakyat dan mampu melahirkan keadilan. Dimana setiap orang berhak untuk memilih dan dipilih. Untuk menjadi pemilih sebagaimana telah ditentukan dalam undang-undang tidak mensyaratkan latar belakang seorang. Maka memilih pemimpin adalah hak yang istimewa,” tambahnya.

Baca Juga :  Dirumah Dinasnya, Bupati Karimun Gelar Buka Puasa Bersama Serta Santunan

Sekali lagi Gusfriadi menghimbau dalam demokrasi rakyatlah yang melahirkan pemimpin, ditangan rakyatlah nasib Riau 5 tahun kedepan. Ingat Tanggal 27 Juni 2018 Ayo ke TPS dan Mari Tolak Politik Uang. (red)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.