Mengandung Cacing, 15672 Kaleng Sarden Di Meranti Ditarik Dari Peredaran, Distributor Mengaku Tidak Tahu

UTUSANNEWS, MERANTI – Sebanyak 15672 kaleng Sarden mengandung cacing Merek Parmerjack ditarik distributor dari peredaran di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Kepulauan Meranti, M Azza Fahroni kepada UtusanNews.com, Senin (9/4/2018) siang saat ditemui di Kantornya.

“Hingga saat ini sudah lebih dari lima belas ribu sarden kaleng merek parmerjack ditarik oleh distributor. Kemungkinann akan bertambah lagi soalnya penarikan ini dilakukan mulai dari distributor hingga ke warung-warung yang ada di kecamatan maupun perdesaan,” ungkap Azza.

Baca Juga :  Keterangan Dua Saksi Terhadap Dugaan Kriminalisasi Terhadap Pers di PN Pekanbaru Plinplan

Dijelaskan Azza bahwa informasi terkait sarden kaleng yang mengandung cacing ini telah menyebar luas tidak hanya di Kabupaten termuda di Riau saja melainkan telah menjadi isu nasional.

“Kalau untuk di Meranti sarden kaleng yang mengandung cacing merek farmerjack, jadi itu yang kita amankan. Meski begitu masyarakat masih trauma dengan kejadian ini sehingga banyak tidak mau mengkonsumsi sarden kalengan meski merek yang lainnya,” jelas Azza.

Sementara itu, dari pantauan di gudang milik Akun yang merupakan distributor Sarden Kaleng tersebut yang beralamat di Jalan Pangaram, Selatpanjang kota, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti aktifitas berjalan seperti biasanya.

Baca Juga :  Tabliq Akbar Bertema 'Mari Menuju Makam Rasulullah' Resmi Dibuka

Saat ditanya terkait jumlah dan keberadaan barang tersebut pemilik gudang Akun mengaku tidak tahu dan berkilah telah ditangani oleh pihak Disperindag Kepulauan Meranti.

“Kalau mau jelas tanya aja langsung sama Disperindag bang, soalnya sudah ada datanya sama Disperindag,” ucapnya singkat. (red/wp)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.