Pemerintah Kabupaten Bengkalis Bantu Anak Terlantar di Bengkalis

UTUSANNEWS, Bengkalis – Kemiskinan merupakan konsekuensi ataupun akibat dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu tidak mengherankan bila aturan maupun sikap negara terhadap masyarakat miskin diatur dalam undang-undang tak terkecuali oleh Indonesia. Salah satu undang-undang yang mengatur sikap negara terhadap masyarakat miskin adalah UUD 1945 Pasal 34 ayat 1.

Undang – undang tersebut juga menjadi acuan ataupun pedoman bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau dalam mengentas kemiskinan dan anak terlantar di Daerah Bengkalis.

Berbagai cara serta solusipun dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau melalui Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis dalam menangani kemiskinan, seperti halnya menyelamatkan anak terlantar yang ada di Bengkalis.

Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitas Sosial Yuslih

 

Seperti yang dikatakan Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kabupaten Bengkalis Dra Hj Martini SH melalui Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitas Sosial Yuslih, bahwa pihaknya dalam menangani anak terlantar mengacu pada peraturan dan perundang – undangan dalam Pasal 34 ayat 1 dengan bunyi : Fakir miskin dan Anak terlantar dipelihara oleh Negara.

“Kita dari Dinas Sosial Komit dalam menangani khususnya anak terlantar di Bengkalis,” ungkapnya, pada Selasa (16/04/2019).

“Anak terlantar merupakan anak yang tidak dapat perhatian dari orang tuanya, bisa jadi faktor Kesulitan ekonomi sehingga anak tidak dapat terpelihara dan anak terlantar tersebut tidak ada tempat untuk mengadu dan mereka tinggal sesuka mereka,” ungkapnya lagi.

Dikatakan Kabid yang baru bertugas beberapa bulan di Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis itu bahwa dalam menangani fakir miskin dan anak terlantar, pihaknya bekerjasama dengan lima Panti Asuhan yang ada di Kabupaten Bengkalis.

Dimana kelima Panti Asuhan tersebut yakni satu Panti Asuhan Dayang Darmah yang terletak di Jalan Bantah Senggoro Kabupaten Bengkalis, Satu Panti Asuhan terletak di Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis dan 3 Panti Asuhan di Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis.

Baca Juga :  Perda Sistem Penyediaan Air Minum, Pansus PSPAM Dewan Meranti Studi Banding ke PDAM Bengkalis

“Dan anak terlantar yang dititipkan ke panti asuhan semuanya di tanggung kebutuhannya oleh Pemkab Bengkalis. Baik itu makannya, kebutuhan sekolah seperti tas, sepatu, buku semuanya di tanggung oleh Pemkab Bengkalis,” jelasnya.

“Dalam tahun 2019 ini, Dinas Sosial Bengkalis telah menanggani 3 anak terlantar, yaitu 2 orang anak terlantar dari Kecamatan Bantan dan 1 orang berasal dari Kecamatan Mandau. Alhamdulillah 3 Anak tersebut sudah diserahkan pada orang tuanya,” tambahnya.

Dikatakan Yus, dalam penanganan Anak terlantar tersebut pihaknya pertama mencari informasi tentang keberadaan asal usul anak tersebut, apakah masih mempunyai orang tua atau tidak.

“Apabila anak tersebut masih memiliki orangtua, maka pihaknya akan langsung mengembalikan anak tersebut ke orangtuannya dengan perjanjian orang tuanya akan menjaga dengan baik,” ujarnya.

“Jadi 3 anak terlantar yang di kembalikan kepada orang tuanya, Dinas Sosial menangung biaya tranportasi ke 3 anak terlantar tersebut, dimana 1 anak terlantar tersebut mendapat biaya transportasi dari Dinas Sosial Bengkalis sebesar 2.500.000 perorang,” ujarnya lagi.

Yuslih Kabid Rehabilitas Sosial Bengkalis menuturkan anak disabilitas dan tunanetra merupakan anak yang mengalami kecacatan dan juga memiliki kekurangan fisik dengan kekurangan fisik tersebut.

“Disitu kami mempunyai peranan, dimana banyak kalangan anak disabilitas dan tunanetra merasa mindir dari anak yang normar dan bisa jadi kalangan orang tua tidak memperhatikannya,” ungkapnya

Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis untuk penangan anak disabilitas atau tunanetra ini bisa dilakukan dengan rehabilitasi mental anak atau bisa juga dilakukan dilakukan dengan pengembangan keterampilan si anak melalui pelatihan, misalnya pelatihan menjahit dan pelatihan sebagainya.

Baca Juga :  Sportivitas, IKTS Gelar Pertandingan Badminton IKTS Cup ke XI

Dalam hal ini Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis telah melakukan kerjasama dengan berbagai Provinsi yang ada di Indonesia.

Seperti halnya bekerjasama dengan Provinsi Sumatra Utara di Medan, Provinsi Kepulauan Riau di Batam dan juga Provinsi Riau sendiri, dalam pengembangan dan pelatihan anak terlantar khususnya anak disabilitas dan anak tunanetra.

“Jadi, anak disabilitas dan anak tunanetra ini kita latih di berbagai tempat yang telah berkerja sama dengan Pemeritah Kabupaten Bengkalis yaitu Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis untuk dilatih seperti latihan menjahit dan lainnya,” ungkapnya.

Hal itu diakuinya agar kedepannya anak tunatera dan disabilitas yang ada di Kabupaten Bengkalis mendapat keterampilan dan kemandirian dalam kehidupannya.

“Maka dari itu anak disabilitas dan anak tunanetra ini akan di latih pada sekian bulan, hal ini dilakukan dinas sosial agar upaya anak disabilitas dan anak tunanetra bisa hidup mandiri,” jelasnya.

Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis Sofyan, S.Pdi

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis Sofyan, S.Pdi mengungkapkan bahwa dalam penanganan anak terlantar, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Sosial.

“Untuk masaalah anak terlantar merupakan masalah Negara dan masalah kita bersama yang harus di tangani dengan serius karena Faqir miskin dan anak terlantar di tanggung oleh Negara. Jadi kewajiban kita membantu agar anak terlantar mendapat keadilan atau hak seperti anak-anak lainnya,” ungkap Sofyan.

Politisi fraksi PDI Perjuangan itu mengapresiasi kenerja pemerintah daerah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis dalam penanggulangan anak terlantar dengan memberikan berupa bantuan dan pelatihan-pelatihan

Tapi perlu disadari, kata sofyan bahwa anak terlantar disebabkan yaitu masaalah ekonomi orang tua sehingga anak di suruh berkerja untuk memenuhi kebutuhan tanpa memikirkan pentingnya pendidikan, bisa jadi anak jalanan faktor kekerasan yang sering dilakukan orang tua sehingga anak anak lari dan menjadi anak jalanan

Baca Juga :  Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Meranti, Rombongan Dewan Meranti Tinjau APBN 2018 untuk Meranti 

Maka pemerintah daerah khususnya Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis dalam penangulangan anak jalanan harus beralel yaitu baik itu anak jalanan, orang tuanya, lingkungan tempat tinggal harus ada pembinaan.

“Jadi kalau hanya pemerintah membantu SDAnya saja tanpa mementingkan SDMnya, itu akan menjadi sia-sia,” ungkapnya.

Panti Asuhan Dayang Darmah

 

Ditempat terpisah pula, Pengurus Panti Asuhan Dayang Darmah Ros mengatakan Panti Asuhan Dayang Darmah merupakan mitra dari Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis.

“Saat ini anak Panti Asuhan Dayang Darmah memiliki 45 Anak terlantar yaitu di kategorikan anak miskin dan juga terdapat anak yatim piatu,” ungkapnya.

Dikatakannya, kebutuhan anak yang ada di panti tersebut terutama makan sehari-hari dan peralatan sekolah ditanggung Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis. Untuk itu, dirinya mengucapkan terimakasih atas sumbangsih serta bantuan yang diberikan pemda Bengkalis untuk Panti Asuhan Dayang Darmah.

“Terimakasih kepada Bupati Bengkalis melalui Dinas Sosial atas sumbangan dan bantuan bagi kami disini yang sampai saat ini berjalan dengan lancar,” ucap Ros yang juga udah 10 tahun menetap di Panti Asuhan.

Untuk itu dirinya juga berharap agar kedepannya Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis dapat senantiasa membantu Panti Asuhan Dayang Darmah, hal itu agar Panti Asuhan Dayang Darmah tidak luput dari kekurangan sarana dan prasaran khususnya bagi anak panti.

“Kemarin jalan rusak parah tapi alhamdulih sekarang udah di bagus dan di aspal kembali hanya musalla, kantor, aula belajar, belum dimiliki,” harapnya. (Advertorial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.