Polemik Antara PT NSP dan 14 Karyawan Akhirnya Capai Kesepakatan

UTUSANNEWS, MERANTI – Alhamdulillah, Akhirnya persoalan antara PT. National Sago Prima (NSP) dengan 14 orang karyawannya yang menolak di mutasi beberapa waktu lalu, kembali dilakukan upaya penyelesaian dengan perundingan bipartit dan akhirnya mencapai kesepakatan.

Menurut keterangan dari Kabid Ketenagakerjaan Kepulauan Meranti Syarifudin Y. Kai, kepada Utusannews.com, pada Kamis (20/09/2018) saat ditemui diruang kerjanya mengatakan bahwa perundingan tersebut sudah mencapai kesepakatan.

“Perundingan itu dilakukan pada Sabtu 15 September 2018 waktu lalu, di aula Perusahan. Disana kita menghadirkan mediator dari Pemerintah Provinsi Riau Bambang Priyanto,” terangnya.

Baca Juga :  Kisruh Berkepanjangan Antara Jusdi Mantan Ketua YSUBB dan Pengurus Baru YSUBB, Masing-Masing Pihak Tempuh Jalur Hukum

“Adapun hasil dari kesepakatan tersebut perusahaan memenuhi permintaan dengan membayar upah tenaga kerja dari 1 Agustus sampai tanggal 15 September 2018,” tambahnya.

Menurutnya, Ini dilakukan sesuai ketentuan Undang-undang ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Bahwa, Perselisihan hubungan industrial wajib diupayakan penyelesaiannya terlebih dahulu melalui perundingan bipartit secara musyawarah untuk mencapai mufakat.

Hal yang sama juga disampaikan Humas PT NSP Setyo Budi Utomo, saat dikonfirmasi wartawan Utusannews.com, pada Kamis (20/09/2018) sore, yang mengatakan bahwa permasalahan mutasi karyawan pabrik PT NSP sudah selesai.

Baca Juga :  Dewan Meranti Pertanyakan Kesiapan Pihak Panwaslu Meranti Jelang Pilgub

“Memang sudah bisa diselesaikan dengan baik/sudah ada kesepakatan bersama. Pihak karyawan tetep memilih untuk tidak mutasi sehingga disepakati ada uang kompensasi dengan satu kali ketentuan, gaji bulan agt dan sd 15 sept 2018 dibayar,” terangnya.

“Pihak PT NSP dan pihak karyawan mutasi sama-sama sepakat,” tambah Budi. (red/wp)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.