RTH di LAMR Meranti Tidak Bisa Dinikmati Masyarakat, Meskipun Pengerjaan dan Masa Pemeliharaan Telah Selesai

UTUSANNEWS, MERANTI – Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti yang berada di halaman Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Kepulauan Meranti
belum bisa di nikmati masyarakat walaupun pekerjaan telah selesai pada tahun 2018 yang lalu.

Pantauan awak media, pada Minggu (19/5/2019) dilokasi taman, proyek dengan menelan anggaran Rp 4,5 Milyar itu tampak masih di tutupi pagar seng di sekelilingnya. Fasilitas pendukung lainnya belum tampak di bangun, seperti Arena bermain, skate board dan air mancur.

Akan tetapi Keinginan masyarakat untuk menikmati suasana tempat bermain di RTH yang di bangun oleh pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kepulauan Meranti tersebut tak kunjung dapat di nikmati oleh masyarakat.

Baca Juga :  Dinilai Remehkan Wartawan Media Online, Dedi Lubis Menyayangkan Sikap Kepala KSOP Selatpanjang

Sebelumbya, Kepala DLHK Kepulauan Meranti Hendra Putra ketika dikonfirmasi oleh awak media ini, pada Jum’at (17/05/19) mengatakan proyek tersebut sudah di serah terima oleh pihak perusahaan kepada dinas dan masa pemeliharaannya pun sudah selesai pada akhir bulan April kemaren.

“Akan tetapi belum di resmikan karena pada tahun 2019 ini pemerintah daerah menganggarkan kembali pembangunan tahap ke dua yakni untuk fasilitas RTH berupa arena bermain, skate board dan air mancur,” terang Hendra.

“Sesuai dengan harapan pak Bupati, RTH Yang berada di halaman kantor LAMR ini akan menjadi terlengkap di Provinsi Riau. Jadi biar tuntas dulu pembangunannya baru sekalian kita resmikan,” terangnya lagi.

Baca Juga :  Program Literasi Dongkrak minat Baca Siswa di Bengkalis

Di samping itu Ketua LSM payung Serantau Azir mengatakan seharusnya Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti sebelum membangun melakukan perencanaan yang matang agar suatu pekerjaan itu tidak terlihat sia-sia.

“Seperti mana kita ketahui bahwasanya dalam pelaksanaan Pembangunan RTH Tersebut banyak di lakukan Contract Change Order (CCO) Tambah/Kurang pekerjaan. Berarti proyek pembangunan ruang terbuka hijau tersebut perencanaannya kurang matang, tidak sesuai dengan perencanaan awal proyek itu sendiri,” ungkap Azir.

Azir juga mengatakan dalam waktu dekat ini dirinya beserta tim akan melakukan investigasi mendalam terkait proyek pembangunan ruang terbuka hijau tersebut, Jika dalam investigasinya nanti di temukan ada unsur tindak pidana korupsi, ia akan melaporkan kepada pihak penegak hukum.

Baca Juga :  Hafizan Abas Keberatan Terkait Kasus yang Menyebutkan Dirinya Terindikasi Money Politics

Ketika disinggung proyek tersebut sudah di lakukan pendampingan dari Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Meranti, Azir mengatakan bukan berarti suatu proyek pembangunan yang di dampingi TP4D terlepas dari perbuatan melawan hukum.

Contohnya ada beberapa proyek pembangunan yang di dampingi oleh pihak penegak hukum, justru bermasalah dengan hukum yakni proyek Ruang Terbuka Hijau Tunjuk Ajar Integritas Provinsi Riau, yang dalam pelaksanaannya terjadi tindak pidana korupsi. (Cand)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.