Sayed : Apakah Mereka Mau Melanjutkan Sistem Orde Baru?

UTUSANNEWS – Sedang banyaknya saat ini tudingan pelibatan masyarakat dalam dukungan alumni Universitas Indonesia (UI) terhadap pasangan calon nomor urut 1 Joko Widodo Ma’ruf Amin, ditanggapi oleh anggota DPRD Riau, Sayed Junaidi Rizaldi.

Sayed menilai, hal itu merupakan sebuah kegalauan dan ketakutan dari pihak sebelah, karena ketakutan dari pihak tertentu tersebut karena melihat sinyal kemenangan dari calon incumbent.

“Sekarang kan lagi dipolitisasi alumni UI yang di gelora Bung Karno (GBK) kemaren, seolah-olah ada yang bukan alumni. Kami melihat, ada yang galau dan takut ketika rakyat bersatu untuk memenangkan Jokowi. Ada yang resah ketika aktivis ulama habaib, jurnalis, pemuda dan lainnya bersatu untuk memenangkan Jokowi,” kata Sayed yang juga merupakan mantan Ketua Panitia Rembuk Nasional Aktifis 98 itu.

Baca Juga :  Alex Asmasoeberata Sukses Tunggangi PLT Kadis Perum DKI

Wasekjen DPP Hanura ini juga mengatakan, pola-pola seperti itu sering dilakukan oleh pihak seberang, yang sama persis dengan cara-cara orde lama menggunakan metode licik dalam bersaing.

“Ini pola-pola yang sering mereka lakukan dan sekarang mereka ingin kembali lagi. Inilah yang mau kita tolak. Ini cara Orde Baru memecah kita, kalau garis dengan masyarakat terpisah maka mereka akan mudah mengadu domba. Mereka takut garis rakyat, aktivis dan lainnya tersebut bersatu,” ujarnya.

Baca Juga :  Pernyataan Wiranto bukan bentuk Intervensi Terhadap KPK

Dikatakannya, pihak lainnya tersebut hampir setiap hari berupaya menjelek-jelekkan pemerintahan, dan melakukan kebohongan-kebohongan.

“Sebenarnya apa kemauan mereka, apakah mereka mau pecahkan semua karena mau meneruskan sistem Orba dulu,” imbuhnya.

Sayed juga mencontohkan, pada saat kegiatan rembuk nasional sebelumnya, dimana ia menjadi ketua panitia pada saat itu juga terjadi tudingan keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan tersebut.

Padahal dikatakan Sayed kegiatan rembuk nasional tersebut tidak bisa dipisahkan dari rakyat.

“Rembuk nasional tak bisa dipisahkan rakyat, pemuda dan aktifis. Itu merupakan satu kesatuan sejak dulunya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bertemu Yusril, Presiden Jokowi Bahas Ketatanegaraan

Namun demikian, dikatakannya, masyarakat masih banyak yang berpikir jernih, dan tidak terkontaminasi dengan cara-cara yang dilakukan pihak sebelah tersebut.

“Selama ini Orba cincang-cincang cara berpikir kita. Untungnya masih banyak masyarakat yang masih berpikir jernih. Kita minta agar pihak sebelah fair saja. Jangan sedikit-sedikit main ancam,” ujar anak jati Melayu Riau pesisir ini . (*)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.