Seakan Tidak Mengacu Pada UU, PT NSP di Meranti Mutasikan 15 Karyawan

UTUSANNEWS, MERANTI – Belum lama ini, Sebanyak 15 orang pekerja di perkebunan sagu milik PT National Sago Prima (NSP) yang beroperasional di wilayah Tebing Tinggi Timur Kabupaten Kepulauan Meranti Riau menggelar unjuk rasa.

Aksi ini berawal dikeluarkanya kebijakan oleh pihak managemant PT NSP, Tertanggal 23 juli 2018 lalu yang mengeluarkan surat mutasi kepada 15 orang pekerjanya. Mutasi itu di lakukan atas dasar kebutuhan atau efisiensi.

Sayangnya, 15 pekerja lainya dari unit berbeda,Yaitu yang bekerja di sektor perkebunnan dipindahkan ke unit pabrik dan pekerja yang dimutasi ada yang tidak tamat Sekolah Dasar (SD).

Baca Juga :  Sebanyak 783 Peserta Dari Meranti Akan Berangkat Dalam MTQ Tingkat Provinsi di Dumai

“Tuntutan hak kami untuk dimutasi pada surat keberatan yang kami ajukan tidak ada di tanggapi oleh pihak perusahaan. di sini kami pekerja tidak boleh menolak meskipun pekerja siap menerima sanksi,” tutur salah seorang pekerja.

“Dalam hal ini kami serikat pekerja berpendapat tujuan management bukan mempromosikan kami para pekerja yang di mutasi, tapi untuk menghalangi pekerja berserikat,” tambahnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi pada Selasa (07/08/2018) melalui Via Telpone, Humas PT NSP Setio Budi mengatakan mutasi yang dilakukan itu semata untuk menghindari terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Perusahaan tersebut.

Baca Juga :  Wakili Meranti di Ajang PAAR, Desa Banglas Matangkan Persiapan

“Lagipun perusahaan kita yang ada di Kalimantan saat ini sedang membutuhkan karyawan. Masalah gaji karyawan semuanya akan kita naikkan,” ujarnya, kepada Utusannews.com.

“Karyawan yang mau membawa anak istrinya akan kita biayai, masalah keberangkatan nya juga akan ditanggung pihak perusahaan,” tandasnya.

Sementara itu, Budi juga menambahkan bahwa pihaknya sudah jauh-jauh hari memberitahu kepada 15 karyawan PT NSP yang nantinya akan di mutasi. “Kita sudah memberi tahukan ke karyawan. Bahkan 10 hari sebelumnya sudah kita beritahu,” terangnya.

Walaupun pada dasarnya tidak ada peraturan khusus dan spesifik yang mengatur mengenai mutasi karyawan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Baca Juga :  Pemkab Meranti Gelar Rakor Bersama Kades Untuk Maksimalkan Peran BUMDes

Namun demikian, mutasi atau penempatan pekerja ke tempat lain harus memperhatikan berlakunya Pasal 32 UU Ketenagakerjaan:

(1)  Penempatan tenaga kerja dilaksanakan berdasarkan asas terbuka, bebas, obyektif, serta adil, dan setara tanpa diskriminasi.

(2)  Penempatan tenaga kerja diarahkan untuk menempatkan tenaga kerja pada jabatan yang tepat sesuai dengan keahlian, keterampilan, bakat, minat, dan kemampuan dengan memperhatikan harkat, martabat, hak asasi, dan perlindungan hukum.

(3)  Penempatan tenaga kerja dilaksanakan dengan memperhatikan pemerataan kesempatan kerja dan penyediaan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan program nasional dan daerah. (red/wp)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.