Telan Dana 350 juta, Kajari Meranti Diminta Segera Lakukan Penyelidikan Proyek Pamsimas Desa Tenan

UTUSANNEWS, MERANTI – Senilai 350 juta dilanggarkan untuk pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Tenan Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti yang belum bisa dinikmati oleh Masyarakat.

Diketahui, PAMSIMAS adalah salah satu program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dengan dukungan Bank Dunia, program ini dilaksanakan di wilayah perdesaan dan pinggiran kota. Selain itu, Program Pamsimas  bertujuan untuk meningkatkan jumlah fasilitas pada warga masyarakat kurang terlayani termasuk masyarakat berpendapatan rendah di wilayah perdesaan dan peri-urban.

Tujuan dari  PAMSIMAS itu, diharapkan mereka dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan serta meningkatkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Ditelusuri Wartawan dilapangan beberapa Waktu lalu, PAMSIMAS yang belum lama dibangun di Desa Tenan, Kecamatan Tebingtinggi Barat yang dikerjakan oleh Kelompok Kerja Masyarakat (KKM) yang diketuai oleh Badarudin belum dapat digunakan untuk masyarakat setempat.

Baca Juga :  Bukber Pemda Dengan Karyawan Grand Meranti Hotel, DiKemas Dengan Santunan Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

Pasalnya, Angaran yang menghabiskan ratusan juta itu menjadi pertanyaan Masyarakat setempat mengapa hal demikian bisa terjadi.

Ketika di konfirmasi Wartawan Samsi selaku kepala Desa Tenan mengatakan, dirinya tidak ikut campur dalam pekerjaan tersebut. Namun Ia mengetahui pekerjaan tersebut dilakukan oleh KKM atas pilihan Masyarakat di desa nya yang dikomandokan oleh Badarudin.

”Pembuatan PAMSIMAS itu dikerjakan oleh KKM yang diketua kan oleh Badarudin. Selain itu, PAMSIMAS tersebut menelan dana dari APBN tahun 2017, dan dari APBDES tahun 2017 sebesar 10% dengan total keseluruhan Rp 350 juta,” katanya.

Baca Juga :  Seakan Tidak Mengacu Pada UU, PT NSP di Meranti Mutasikan 15 Karyawan

Selain itu, kata kepala desa dirinya tidak ikut campur dalam pekerjaan tersebut yang mana Masyarakat sudah mempercayai oleh Badarudin selaku ketua di KKM. Sampai saat ini masyarakat setempat belum bisa mengunakan Air dari PAMSIMAS.

Sementara itu, menurut keterangan Salah seorang warga setempat menuturkan Berdasarkan kontrak kerja PAMSIMAS ini siap dan teraliri ke rumah warga per 31 desember 2017 lalu. Namun sampai saat ini belum ada merasakan aliran air dari PAMSIMAS

“Kami selaku Masyarakat merasa kecewa,” katanya ketika dijumpai di lapangan.

Warga itu juga mengatakan kepada awak media ini, proyek Pamsimas yang dikerjakan di Dusun Sukajadi tersebut tidak ada manfaatnya sama sekali bagi masyarakat Desa Tenan.

Baca Juga :  Bea Cukai Amankan Kapal Asing Berbendera Taiwan di Selatpanjang

“Proyek itu sudah selesai di kerjakan akan tetapi tidak bisa di manfaatkan oleh masyarakat sekitar karena air tidak bisa di alirkan,” ucapnya.

Menindak lanjuti hal tersebut yang sekarang ini menjadi polemik di kalangan masyarakat, terdapat dugaan kuat tindak pidana korupsi atas pekerjaan pembangunan program Pamsimas tahun anggaran 2017 yang dilaksanakan oleh Kelompok KKM Sinar Sejahtera Desa Tenan Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti.

Masyarakat setempat berharap agar tim kajari Meranti untuk segera turun ke lapangan melakukan penyelidikan terhadap proyek Pamsimas tersebut, karena proyek tersebut tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar karena airnya tidak bisa di aliri ke rumah-rumah warga. (SC)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.