Wakili Meranti di Ajang PAAR, Desa Banglas Matangkan Persiapan

UTUSANNEWS, MERANTI – Desa Banglas Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan satu-satunya Desa yang mewakili Kabupaten Meranti untuk mengikuti lomba Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) ditingkat Provinsi Riau tahun 2018.

Untuk itu, berbagai persiapan pun telah dilakukan pihak Desa dalam mengikuti lomba tersebut. Hal itu seperti yang dikatakan Ketua Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Banglas Siti Nurbandini, pada Jum’at (27/04/2018) kepada Utusaannews.com saat berada di Kantor Desa Banglas.

Untuk itu, dirinya juga meminta dukungan kepada kalangan masyarkat, agar nanti pihaknya dapat memenangkan dalam perlombaan itu, “Kita minta dukungan dan do’a kepada masyarakat agar Desa Banglas dapat menang dalam perlombaan di tingkat Provinsi,” ucapnya Wanita yang akrab disapa Ibu Farida.

“Menuju perlombaan itu nanti, pihak kita juga telah banyak melakukan kegiatan. Kegiatan tersebut telah dilakukan sejak jauh-jauh hari,” ucapnya lagi.

Lanjut kata Farida, Ada empat Item yang ada dalam Program PAAR, seperti Pola Asuh Anak dalam kandungan, Pola Asuh anak usia dini, pola asuh anak usia sekolah dan pola asuh anak usia remaja.

“Dalam Pola asuh anak dalam kandungan, kita telah melakukan penyuluhan imunisasi terhadap para ibu hamil. Di Pola asuh Anak usia dini, dari tingkat PAUD kita latih anak-anak cara bermain intinya dari dasar kita beri pemahaman ditingkat sedini mungkin yakni dari PAUD,” jelasnya.

Baca Juga :  Anggota DPRD Meranti Ikut Tinjau Pembangunan Dermaga di Desa Semukut

“Untuk Pola asuh anak usia sekolah kita beri pemahaman pula sopan santun yang baik, seperti beri salam kepada orang tua. Sedangkan Pola asuh anak usia remaja kita lakukan penyuluhan bahaya Narkoba, sebab sekarang ini yang paling marak terjadi pada anak-anak remaja melakukan penyalahgunaan barang terlarang,” tambahnya.

Dirinya juga menyampaikan, Pengertian pola asuh anak dalam keluarga bisa ditelusuri dari pedoman yang dikeluarkan oleh Tim Penggerak PKK Pusat (1995), yakni usaha orang tua dalam membina anak dan membimbing anak baik jiwa maupun raganya sejak lahir sampai dewasa (18 tahun).

Selain itu, yang dimaksud dengan pola asuh adalah kegiatan kompleks yang meliputi banyak perilaku spesifik yang bekerja sendiri atau bersama sama yang memiliki dampak pada anak. Tujuan utama pola asuh yang normal adalah menciptakan kontrol.

Sebelum jauh membahas pola asuh anak dan remaja, maka yang harus diperbaiki terlebih dahulu adalah orang tua itu sendiri dimana pribadi orang tua sebelum melahirkan anaknya diupayakan orang tuanya harus lebih baik. Orang tua tampil sebagai Panutan (role Model) sehingga anak yang lahir nantinya menjadi anak yang baik. “Bibit yang unggul akan menghasilkan tanaman yang unggul”.

Baca Juga :  Sempena HUT Meranti Ke-9, PT RAPP Berbagi Ke Masyarakat Meranti

Setelah menjadi orang tua yang baik, maka yang tak kalah pentingnya diperhatikan adalah keluar masuknya keuangan dan sumber makanan yang sehari hari diberikan kepada anak pastikan dari sumber yang halal dan berkah supaya anak dapat tumbuh berkembang sehat dan penuh berkah .

Meskipun tiap orang tua berbeda dalam cara mengasuh anaknya, namun tujuan utama orang tua dalam mengasuh anak adalah sama yaitu untuk mempengaruhi, mengajari dan mengontrol Setiap anak tidak terkecuali anak-anak yang masih di bawah umur 17 tahun dan juga para remaja.

Walaupun secara umum belum memiliki pemikiran yang berkembang seperti halnya orang dewasa, anak-anak remaja telah dihadapkan dengan berbagai permasalahan hidup yang bervariasi.

Ada masalah yang ringan mudah dipecahkan, dan ada pula masalah berat yang sulit untuk diselesaikan dengan baik. Tentu saja para orangtua, anggota PKK, Guru dan seluruh elemen masyarakat untuk siap sedia menjadi pembimbing untuk anak-anak, bukan hanya anak kandung saja melainkan anak yang ada di sekitarnya dan anak-anak Indonesia pada umumnya.

Baca Juga :  Ramaikan Sholat Idul Adha di Halaman Kantor Bupati Meranti dan Masjid Darul Ulum

Selain itu, Inovasi-inovasi pun telah dilakukan pihaknya salah satunya rumah edukasi, dimana rumah itu digunakan untuk dapat mengontrol prilaku anak. Untuk itu, kedepannya rumah edukasi itu dapat menjadi percontohan di Desa yang ada di Kabupaten Termuda di Provinsi Riau.

Dikesempatan yang sama, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) I PKK Kabupaten Kepulauan Meranti Dr Refiarti menyampaikan bahwa perlombaan kegiatan ini dalam rangka Hari Gerak PKK dan baru tahun ini dilakukan perlombaan yang merupakan PAAR Nasional.

“Desa Banglas sendiri merupakan satu-satunya Desa yang mewakili Meranti untuk mengikuti lomba PAAR di Provinsi Riau,” ujarnya.

“Sebelumnya kami sudah melakukan perlombaan Untuk mekanisme pemilihaan mewakili Kabupaten Meranti. Dan Desa Banglas berhasil memenangkan perlombaan itu, bahkan dua kategori Desa Banglas mendapat juara 1,” tambahnya.

Dalam hal itu pula, Refiarti mengharapkan dalam program ini dapat menjadikan genearsi yang madani, sebab melihat pergaulan anak-anak jaman sekarang ini sangat mengerikan. “Anak jaman Now ini, kalau kita keras salah dan lembut juga salah, untuk itu kita beri pemahaman dan sharing kepada generasi dari konsep dasar,” pungkasnya. (wp)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.