RSUD Selasih Pangkalan Kerinci Mulai Fungsikan CT Scan

UTUSANNEWS, PANGKALANKERINCI- Alat Kesehatan (Alkes) Computerized Tomography Scanner (CT Scan) di BLUD RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, kabupaten Pelalawan sudah mulai beroperasi. Hal tersebut seiring keluarnya, surat izin dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BPTN).

Dalam surat beberapa lembar, yang dikeluarkan oleh kepala badan pengawas tenaga nuklir nomor: 076037.010.11.020919 tentang izin pemamfaatan tenaga nuklir penggunaan dalam radiologi diagnotik dan intervensional yang diberikan kepada RSUD Selasih.

Berfungsinya, CT Scan ini memberikan kabar gembira bagi masyarakat kabupaten Pelalawan. Masyarakat tidak perlu lagi, ke Pekanbaru atau ke rumah sakit lain untuk melakukan Scan kesehatan dengan biaya yang sedikit lebih irit.

Plt Kadiskes Pelalawan, Asril mengungkapkan bahwa sejalan keluarnya, surat izin dari Badan pengawas tenaga nuklir menjawab informasi simpang siur tentang keberadaan alat CT Scan di RSUD Selasih yang dianggarkan pada Tahun Anggaran 2018.

“Jadi memang, kendalanya, selama ini, izin dari pihak kompeten belum keluar, itu yang menjadi kendalanya, belum bisa kita fungsikan, akan tetapi saat ini izin sudah kita kantongi dan CT Scan sudah bisa difungsikan,” terang Asril saat melihat secara langsung alat kesehatan CT Scan, di RSUD Selasih, Jumat (6/9/19) kemarin.

Sementara itu, Direktur BLUD RSUD Selasih, dr. Zul Anwar menjelaskan, CT Scan merupakan alat kesehatan yang digunakan untuk mendapatkan gambaran dari berbagai sudut kecil dari tulang tengkorak dan otak. CT Scan hampir dapat digunakan untuk menilai semua organ tubuh.

“Perlu diketahui, tenaga medis untuk mengoperosikan alat CT Scan dipersiapkan dua orang. Begitu juga, biaya yang dikenakan bagi pasien sesuai dengan peraturan bupati, ini bisa mendongkrak pendapatan kita,” ujarnya.

Sebagai data tambahan alat CT Scan tersebut dibeli pada Tahun Anggaran (TA) 2018 melalui sumber dana DAK dengan pagu 6 milyar lebih. (red/Anto)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.